Gaya Hidup Sehat di Era Pandemi

“Di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), penting sekali menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai virus. Gaya hidup sehat saat pandemi sangat penting dilakukan. Selain kesehatan fisik, kesehatan mental tidak kalah penting untuk dijaga,” tutur Dr. Novi Febrianti, S.Si., M.Si. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat menjadi pembicara di Langkah Pakar (12-12-2020).

Kesehatan fisik dan mental menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya tahan tubuh agar selalu sehat dan dapat terhindar dari virus berbahaya. Menjaga pola makan yang sehat dengan rutin mengkonsumsi makanan yang seimbang 4 sehat 5 sempurna, serta pola olahraga yang rutin dapat menjaga diri agar tetap bugar.

“Aktivitas harian yang rutin seperti bangun pagi, olahraga, berkebun, memasak, serta bekerja sesuai dengan porsinya membuat tubuh kita akan menjadi rileks dan nyaman. Hal ini sangat berpengaruh juga pada kesehatan fisik dan mental,” ujar Novi.

Kesehatan mental penting dijaga agar pikiran dan hati senantiasa bahagia, mengatur emosi, menjaga perasaan tetap senang, serta menghindari pikiran buruk dapat meningkatkan kesehatan dan terhindar dari berbagai virus.

“Di masa pandemi dengan menjaga pikiran agar tetap bahagia, dengan memilih informasi yang tepat serta menghindari berita yang justru akan berdampak pada kesehatan. Menjaga emosi, menjaga pola tidur yang baik, dan menggunakan media informasi maupun komunikasi dengan bijak sangat penting dilakukan,” terang Novi saat memaparkan materi.

Covid-19 mengajarkan manusia untuk bersama-sama berjuang dalam melewati masa terberat. “Lakukan kegiatan positif dan membagikannya ke publik agar bersama-sama tetap bersemangat dan berjuang agar pandemi segera mereda. Selain itu bahu-membahu menolong saudara yang terdampak Covid-19,” tandas Novi. (Chk)

 

Sumber https://news.uad.ac.id/gaya-hidup-sehat-di-era-pandemi/

Berwisatalah, Taat Protokol Kesehatan Tak Bisa Ditawar

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 telah berdampak pada ekonomi dan sektor pariwisata di Indonesia, tak terkecuali Yogyakarta. Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta cenderung menurun yang salah satunya disebabkan semakin ketatnya penerapan protokol kesehatan (prokes) masuk DIY. Penutupan sementara beberapa destinasi wisata untuk menghindari kerumunan massa juga menjadi alasan menurunnya kunjungan wisata ke DIY. more…

STIPSI Jogja dan STIE Mitra Indonesia Menggelar PKKMB 2020 secara Daring

STIPSI Jogja dan STIE Mitra Indonesia dalam tatanan kehidupan baru menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring melalui zoom meeting selama tiga hari, dimulai pada Selasa, 22 September 2020 dengan Tema ‘Menjadi Generasi Tangguh di Era Revolusi Industri 4.0″.

Ketua Panitia PKKMB, Galuh Setia Winahyu, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengungkapkan program PKKMB merupakan kegiatan yang dapat memecahkan suasana. “Agar teman-teman dapat saling mengenal, mahasiswa punya antusiasme, motivasi enterpreneurship, menyiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya disela kegiatan.

Ketua STIE Mitra Indonesia, Koesharijadi pada kesempatan itu menyampaikan, apapun kondisinya proses pembelajaran harus berlangsung. Bagi mahasiswa baru harus semangat tidak boleh kendor. “Berbekal ilmu, kompetensi, siap menghadapi daya saing,” katanya. 

Sementara itu Ketua Yayasan Cendekia Mitra Indonesia (YCMI), Agus Paryanto, SE. menyebutkan program PKKMB 2020 ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan mahasiswa baru dalam melewati proses transisi dengan semangat dan antusiasme tinggi sehingga mampu menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri.

Selain itu, kuliah umum Motivational: Entrepreneurship di Era 4.0 disampaikan narasumber Dr. Ayu Cornelia Helena dan An Nuur Budi Utama, ST dengan moderator Dwi Retno Sri Harjanti, SE., MM. Disampaikan pula materi Generasi Tangguh Tangkal Narkoba oleh AKBP Siti Afiah S.Psi., SH., MH (Kepala BNN Kabupaten Sleman).

Kegiatan PKKMB tersebut adalah agenda rutin tahunan pada saat penerimaan mahasiswa baru. Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Cendikia Mitra Indonesia, Agus Paryanto, SE serta beberapa dosen dan pemateri. Sebanyak 263 mahasiswa baru baik dari STIE Mitra Indonesia dan STIPSI Yogyakarta turut hadir melalui aplikasi Zoom Meeting.