Kuliah Psikologi Gak Harus Bayar Mahal

Sekarang ini sedang digalakkan peningkatan kualitas manusia. Salah satunya dengan peningkatan dibidang pendidikan, pemerintah baru mewajibkan pendidikan sekolah dasar 9 tahun, namun kalau mau bekerja rata-rata instansi mensyaratkan syarat minimum pendidikan adalah seorang Sarjana.

Namun banyak yang masih ragu dengan biaya kuliah, karena orang beranggapan bahwa kuliah itu perlu biaya yang sangat banyak. Biar kita bisa nalar, coba kita bandingkan antara biaya hidup dan biaya kuliah. Coba mari kita hitung biaya hidup satu orang perbulan di jogja kira-kira berapa?

1 orang selama 1 bulan

Makan 3x : 30.000 x 30 hr : Rp. 900.000,-
Pulsa : Rp. 50.000,-
Bensin : Rp. 75.000,-
Jajan + dll : Rp. 200.000,-

Jumlah : Rp. 1.225.000,-

Sesuai dengan upah minimum rata-rata Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini

Nah, setelah kita hitung biaya rata-rata per 1 orang per bulan. Kalau ada yang menawarkan kuliah dengan biaya per semester Rp. 1.500.000,- kira-kira murah gak tuh!

Kalau kita hitung per bulan, rata-rata kita saving per bulan Rp. 250.000,- sudah cukup untuk biaya kuliah. Apalagi kalau ditengok fasilitas yang dikasihkan ama kampus

- Ruang kuliah AC
- Gelanggang Olah raga
- Full Wifi

Numpang kuota lah, ngirit. Hehehehe

Kampus membuka kelas sore lho! memungkinkan bagi yang bekerja bisa paruh waktu dengan pagi kerja dan sore kuliah, asyik nggak tuh!

Mau tahu kampusnya! Kuliah aja di STiPsi Jogja.

Meski murah tetapi tidak mengesampingkan mutu dan kualitas. Didukung dosen akademisi dan praktisi. So lulusan STiPsi Jogja benar-benar banyak dicari oleh perusahaan besar dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Kurikulum juga disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja sekarang dan di masa depan.

Ayooooo..... masih ragu dengan tujuan kampus untuk kuliah??
datangi aja kampus STiPsi Jogja diskusikan dengan kampus untuk biaya dan waktu kuliahnya. Mantul kan?

Jangan ragu untuk tujuan yang lebih baik!

Continue Reading

MEMAAFKAN tapi TIDAK MELUPAKAN.

MEMAAFKAN tapi TIDAK MELUPAKAN. Mungkin statement itu terbalik. Salah satu kualitas Ingatan itu berkaitan dengan mood. Jadi, jika ingin mood bagus, bangkitkan lagi memory-memory tentang mood yang baik. Mengunjungi sahabat, makan makanan kesukaan dsb.


Ada teori Decay memory yang mengatakan bahwa ingatan lambat laun akan memudar seiring dengan berjalannya waktu karena keterbatasan kapasitas memory. Ada juga Interference memory bahwa ingatan itu akan tertumpuk, mudah juga terganggu/memudar karena aktivitas otak & stimulus yg terlalu banyak.

Kadang psikolog menyarankan klien patah hati untuk memiliki banyak kegiatan supaya 'lupa'. Sepele dan mungkin sulit dilakukan, tidak mudah tentu. Tapi begitu yang dipelajari ketika kita ingin memanipulasi otak.

 

Ada juga klien kritis yang bertanya 'tapi bukannya itu pelarian ya?'.Bukan pelarian, tapi mengurangi intensitas ingat,  bisa jadi perlahan hilang juga mood buruknya. Tapi tetap yang paling bagus adalah menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Supaya tidak terjadi UNFINISHED BUSSINESS.

Ketika otak lupa, tapi ternyata perasaan itu masih ada. Luka-luka batin seperti phobia, kecemasan, bipolar dsb. Ketika ditanya 'kamu punya masalah apa?' mereka akan menjawab 'aku tidak punya masalah apa2, aku baik-baik saja'.
Sebenarnya mereka bukan tidak memiliki masalah, tapi mereka lupa dengan masalahnya. Hingga alam bawah sadar membangun reaksi-reaksi fisik & mental utk mekanisme pertahanan diri secara berlebihan/kurang tepat dan terjadilah gangguan2 psikologis.

Lalu bagaimana dengan memaafkan dan lupa?

Kalau kita memaafkan, berarti akan lupa.
Ke titik NOL. tanpa ada unfinished bussiness.
Karna di titik MAAF paling tinggi, masalah tersebut sudah tidak ada.

(Dyah Putri Kinasih, S.Psi., MA. / Dosen STiPSi Jogja)
 

Continue Reading

Alamat

Jalan Ngeksigondo No.60, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172
Tom Silver Building

Telepon : 08139-233-6060
Email : info@stipsi.ac.id