Berwisatalah, Taat Protokol Kesehatan Tak Bisa Ditawar

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 telah berdampak pada ekonomi dan sektor pariwisata di Indonesia, tak terkecuali Yogyakarta. Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta cenderung menurun yang salah satunya disebabkan semakin ketatnya penerapan protokol kesehatan (prokes) masuk DIY. Penutupan sementara beberapa destinasi wisata untuk menghindari kerumunan massa juga menjadi alasan menurunnya kunjungan wisata ke DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH., M.Ed mengatakan, untuk menyikapi kondisi tersebut pihaknya terus bergerak melakukan upaya penanganan kasus penyebaran sehingga bisa berjalan beriringan dengan upaya pemulihan ekonomi masyarakat.

“Banyak wisatawan dari segmen mahasiswa yang meninggalkan Jogja, sementara kontribusi mereka dari sisi sektor PDRB DIY cenderung menurun saat ini. Mereka (mahasiswa) sebagai wisatawan milenial merupakan bagian utama yang biasanya mengunjungi konser, pertunjukan seni, dan wisata lainnya. Di era pandemi ini, memang kita kehilangan mereka yang sebagai agent of promotion untuk pariwisata DIY,” kata Singgih, Senin (28/12/2020) dalam perbincangan santai di Studio Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem.

Dalam episode keenam tersebut, perbincangan bertajuk Pariwisata Yogyakarta dan Zona Merah Pandemi Covid-19. Studio Podcast dipandu langsung oleh Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si sebagai host. Menurut Puji, tajuk obrolan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai tantangan dan prospek ke depan bagi pariwisata DIY. Pemda DIY sendiri telah mengeluarkan Pergub tentang Pranatan Anyar Plesiran Yogyakarta sejak Juli 2020.

Dari segi diseminasi informasi, Singgih menuturkan, pihaknya selalu menyampaikan kebijakan Gubernur DIY yakni tentang strategi antara kesehatan dan ekonomi yang harus beriringan. Strategi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata DIY lebih bersifat soft campaign yang menekankan bagaimana prokes dapat diterapkan di setiap sektor pariwisata DIY seperti simulasi wisata.

“Strategi yang dilakukan ini cukup berhasil karena dalam dua kali long-weekend Agustus dan Oktober DIY kedatangan tamu yang banyak,” ujar orang nomor satu di Dinas Pariwisata DIY itu.

Singgih berharap agar masyarakat menjadi wisatawan bijak yang selalu update teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sarana dalam mengakses informasi. Aplikasi visiting Jogja dan website visiting Jogja akan membantu memberikan layanan terbaik tentang kepariwisataan DIY.

“Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan. Hal itu tidak bisa ditawar lagi karena kita harus berdampingan dengan Covid-19 sampai nanti ditemukannya vaksin. Saya berharap kondisi ini berakhir dan pariwisata bangkit sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan DIY akan kembali tumbuh bergerak,” kata Singgih dalam pesan singkatnya pada closing statement.

Sumber: http://new.widyamataram.ac.id/content/news/berwisatalah-taat-protokol-kesehatan-tak-bisa-ditawar#.X-r3tNgzbIV


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: